loading...

Pengertian, Rumus, dan Teknik-Teknik Membaca Cepat

Pengertian dan Teknik-Teknik Membaca Cepat | Pada zaman bah informasi seperti saat ini, membaca cepat merupakan sesuatu yang sangat penting. Luasnya bahan bacaan tidak sebanding dengan waktu yang diluangkan manusia untuk membaca. Karenanya, butuh suatu metode membaca yang bisa mengakomudasi situasi tersebut. Teknik membaca cepat adalah jawaban untuk masalah tersebut.

Membaca cepat sudah sering dibahas di banyak tempat. Di ruang-ruang sekolah juga sudah diajarkan. Namun, tak ada salahnya jika saya di sini juga menyinggung hal yang sama, semata-mata untuk memperkaya bahan bacaan Anda.

Pengertian Membaca Cepat
Membaca cepat adalah proses memahami bahan bacaan dengan kecepatan tinggi. Dalam waktu yang relatif singkat, seorang pembaca yang menggunakan teknik membaca cepat dapat mengumpulkan banyak informasi. Artinya, informasi yang didapatkan lebih banyak ketimbang membaca secara konvensional.

Membaca secara konvensional di sini maksudnya adalah membaca yang tidak menggunakan teknik-teknik tertentu, tidak sebagaimana yang dilakukan dalam teknik membaca cepat.

Langkah-Langkah Membaca Cepat
Ada beberapa langkah yang harus dilakukan dalam membaca cepat. Berikut ini adalah langkah-langkahnya:

Pertama, jangan membaca kata per kata, melainkan per kelompok kata. Membaca kata per kata akan membuat waktu yang dibutuhkan dalam membaca menjadi lama. Cara membaca seperti ini biasanya dilakukan oleh anak-anak yang masih belajar membaca.

Membaca per kelompok kata bisa dengan menemukan kata kunci sebuah teks. Kata kunci tersebut dengan sendirinya akan menuntun pembaca menjalin pemahaman yang utuh terhadap teks.

Kedua, jangan mengulang-ngulang bahan bacaan. Kondisi seperti ini akan sering kita dapati saat konsentrasi pecah. Misalnya, saat sedang khusyuk membaca, tiba-tiba ada suara yang mengalihkan perhatian. Konsentrasi menjadi pecah dan alur bacaan terpotong.

Masalah semacam ini sebenarnya bisa diminimalisir jika kita mempersiapkan tempat yang tepat untuk membaca, misalnya memilih tempat yang sepi.

Ketiga, pandangan lurus ke tengah teks. Kepala tidak boleh bergerak. Yang bergerak hanya bola mata saja. Kita mungkin pernah melihat orang saat membaca menggerak-gerakkan kepalanya. Bagi sebagian orang, itu mungkin terasa biasa-biasa saja, atau bahkan merasa enak. Namun, dalam teknik membaca cepat, hal demikian tidak boleh dilakukan.

Keempat, bacalah dalam hati. Tidak perlu bersuara. Membaca dengan bersuara akan memperlambat waktu membaca kita. Hal ini umumnya dilakukan oleh anak-anak yang baru belajar membaca. Namun, sebagian orang dewasa juga melakukan hal yang sama. Mungkin terpengaruh kebiasaan masa kecil yang terbiasa membaca dengan bersuara.

Itulah beberapa hal terkait tahapan-tahapan dalam membaca cepat. Berikut ini akan dijelaskan mengenai teknik-teknik untuk membaca cepat.

Teknik-Teknik Membaca Cepat
Ada beberapa teknik dalam membaca cepat. Teknik-teknik ini disesuaikan dengan bahan bacaannya. Teknik zig-zag digunakan untuk bahan yang sulit dipahami. Teknik spiral digunakan untuk teks yang agak sulit. Teknik diagonal dan vertikal digunakan untuk bahan bacaan yang mudah.

Rumus Membaca Cepat
Membaca cepat punya rumus tersendiri. Bagi kalangan siswa, jika sudah bisa membaca 300-an kata per menit sudah termasuk menggunakan teknik membaca cepat. Nah, berikut ini adalah rumusnya:


KPM: Kecepatan Per Menit
Q: Jumlah kata yang dibaca
T: waktu yang ditempuh saat membaca
60: Satuan detik dalam satu menit

Latihan-latihan dalam Membaca Cepat
Untuk memulai teknik membaca cepat, kita bisa dengan melakukan latihan-latihan berikut ini terlebih dahulu:
Pertama, teknik fiksasi, yaitu dengan cara membuat titik-titik kecil pada kertas bergaris. Titik-titik tersebut diumpakan sebagai kata kunci dalam sebuah bahan bacaan. Caranya, gerakkan mata pada titik-titik tersebut dengan cepat.

Latihan tersebut harus diulang-ulang. Pada latihan yang lain, gunakan kertas dengan jarak per titik semakin melebar. Hal itu akan membuat cepat dalam membaca.

Kedua, mendaftar kata yang sama atau hampir sama. Misalnya, “apel” (buah) dan “apel” (upacara). Atau, “cepat” dan “cepak”. Nah, kata-kata semacam itu cenderung mengaburkan pemahaman kita terhadap bahan bacaan. Makanya, perlu latihan lebih dalam untuk mengenalinya lebih dekat agar dalam membaca cepat kita tidak salah memaknai sebuah teks bacaan.

Itulah beberapa penjelasan mengenai teknik dan rumus membaca cepat. Mudah-mudahan bisa menambah wawasan Anda. Salam.
loading...