loading...

Pengertian dan Contoh Paragraf Argumentasi

Pengertian dan Contoh Paragraf Argumentasi | Sebelumnya kita sudah belajar tentang paragraf eksposisi dan paragraf deskripsi. Kali ini kita coba belajar tentang pengertian dan contoh paragraf argumentasi. Pembahasan mengenai bentuk-bentuk tulisan insya Allah akan terus dilakukan di blog ini. Mudah-mudahan saja bisa bermanfaat untuk Anda yang membutuhkannya.

Masih seperti sumber referensi pada tulisan sebelumnya, kali ini pun akan diambil tanpa pengubahan dari karya Gorys Keraf. Namun, tulisan kali ini diambil dari buku yang berbeda dengan judul “Argumentasi dan Narasi” (Gramedia, 2007).

Pengertian Paragraf Argumentasi

Argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara. Melalui argumentasi penulis berusaha merangkaikan fakta-fakta sedemikian rupa, sehingga ia mampu menunjukkan apakah suatu pendapat atau suatu hal tertentu itu benar atau tidak. Argumentasi merupakan dasar yang paling fundamental dalam ilmu pengetahuan. Dan dalam dunia ilmu pengetahuan, argumentasi itu tidak lain daripada usaha untuk mengajukan bukti-bukti atau menentukan kemungkinan-kemungkinan untuk menyatakan sikap atau pendapat mengenai suatu hal.

Dasar sebuah tulisan yang bersifat argumentatif  adalah berpikir kritis dan logis. Untuk itu ia harus bertolak dari fakta-fakta atau eviden-eviden yang ada. Fakta-fakta dan evidensi itu itu dapat dijalin dalam metode-metode sebagaimana dipergunakan juga oleh eksposisi. Tetapi dalam argumentasi terdapat motivasi yang lebih kuat. Eksposisi hanya memerlukan kejelasan, sebab itu fakta-fakta dipakai seperlunya. Namun argumentasi di samping memerlukan kejelasan, memerlukan juga keyakinan dengan perantara fakta-fakta itu. Sebab itu, penulis harus meneliti apakah semua fakta yang akan dipergunakan itu benar, dan harus diteliti pula bagaimana relevnsi kualitasnya dengan maksudnya. Dengan fakta yang benar, ia dapat merangkaikan suatu penuturan yang logis menuju kepada suatu kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan. Seorang yang kurang hati-hati dan tidak cermat menganalisa data-data tersebut, dapat menggagalkan seluruh usaha pembuktiannya.

Baca Juga: Pengertian dan Contoh Paragraf Deduktif dan Induktif

Contoh Paragraf Argumentatif

Berikut ini adalah contoh paragraf argumentasi yang diambil dari harian Kompas dan terdapat di buku Keraf halaman 95.

Redaksi Yth.,

Kami sebagai pembaca setia Kompas, akhir-akhir ini merasa sangat heran atas kejadian aneh yang terjadi di tanah air kita ini, yaitu tindakan dari sementara pejabat-pejabat kita, dalam menyelesaikan perkara-perkaranya.

Akhir-akhir ini ada beberapa perkara yang begitu saja diselesaikan di luar pengadilan, misalnya manipulasi BE dan perkara Bimas Coopa yang sudah banyak disorot oleh Pers kita. Makan keheranan kami bertambah setelah membaca berita di harian Kompas edisi tanggal 26 Maret 1970 yang berjudul “Minta Ampun atau Dituntut”. Dalam berita itu ditulis bahwa para jamaah haji yang datang dari Priok dengan kapal Gembella telah dianggap bersalah melanggar Kepres No. 22 dan Inpres no.6/1969. Selain itu mereka juga dipersalahkan telah menyalah-gunakan paspor biasa mereka untuk naik haji.

Dala hal ini jelas mereka bersalah. Maka kami juga mengajukan sebuah pertanyaan kepada yang bersangkutan mengapa justru disambut dengan formulir permintaan ampun dan menandatanginya. Sedang yang tidak, akan diproses secara verbal. Bahkan juga disebutkan agar mereka yang telah bersalah itu mendapat kesempatan untuk bertanya kesalahannya.

Apakah tindakan itu betul menurut hukum? Kami berani bertaruh bahwa semuanya akan minta ampun dan menyadari kesalahannya. Terang tidak ada satu manusia normal pun yang mau dihukum, kan lebih enak minta ampun dan diampuni.

Maka dengan ini kami menyatakan kekuatiran kami jika hal semacam ini berlangsung berlarut-larut, bakal akan ada formulir permintaan ampun bagi para koruptor, pembunuh, copet, dan sebagainya.

Sebagai akhir tulisan kami, kami serukan agar para pemimpin negara bersikap korect [sic!] dan sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas-tugas, demi kemajuan negara kita yang keadaan tertib hukumnya telah sempat diobrak-abrik pada jaman Orla.

(Kompas, 10 April 1970)

Nah, itulah sekelumit penjelasan mengenai pengertian dan contoh paragraf argumentasi. Untuk mendapatkan penjelasan yang lebih rinci, Anda bisa membaca buku Keraf di atas. Mudah-mudahan ulasan singkat ini bisa membantu Anda memahami paragraf argumentasi sekaligus dengan contohnya. Salam.
loading...