loading...

Pengertian dan Contoh Paragraf Deduktif dan Induktif

Pengertian dan Contoh Paragraf Deduktif dan Induktif | Bagi sebagian kita, mungkin macam-macam paragraf belum kita kenal semua. Atau dikenal, namun sulit menentukan mana yang merupakan paragraf deduktif dan mana yang induktif. Nah, di bawah ini akan dijelaskan panjang lebar mengenai pengertian dan contoh paragraf deduktif dan induktif. Anda bisa membacanya untuk bekal pengetahuan tata bahasa Indonesia.

Penjelasan di bawah ini diambil dari buku “Cermat Berbahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi” karangan E. Zaenal Arifin dan S. Arman Tasai (Akapress, Jakarta, 2010) dengan pengubahan seperlunya. Buku ini menjelaskan banyak hal mengenai tata bahasa, salah satunya tentang pengertian dan contoh paragraf deduktif dan induktif.
Pengertian dan Contoh Paragraf Deduktif dan Induktif
Paragraf deduktif
Paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat topiknya ada di bagian awal.
Contoh:
Arang aktif ialah sejenis arang yang diperoleh dari suatu pembakaran yang mempunyai sifat tidak alrut dalam air. Arang ini dapat diperoleh dari pembakaran zat-zat tertentu, seperti ampas tebu, tempurung kelapa, dan tongkol jagung. Jenis arang ini banyak digunakan dalam beberapa industri pangan atau nonpangan. Industri yang menggunakan arang aktif adalah industri kimia dan farmasi, seperti pekerjaan memurnikan minyak, menghilangkan bau yang tidak murni, dan menguapkan zat yang tidak perlu.
Paragraf Induktif
Paragraf Induktif adalah paragraf yang kalimat topiknya ada di bagian akhir.
Contoh:
Dua anak kecil ditemukan tewas di pinggir jalan Jenderal Sudirman. Seminggu kemudian seorang anak wanita hilang ketika pulang dari sekolah. Sehari kemudian polisi menemukan bercak-bercak darah di kursi belakang mobil John. Polisi juga menemukan potret dua orang anak yang tewas di Jalan Jenderal Sudirman di dalam kantung celana John. Dengan demikian, John adalah orang yang dapat dimintai pertanggungjawaban tentang hilangnya tiga anak itu.
Catatan: Kata yang dicetak tebal dalam dua contoh di atas adalah kalimat topik.
Baca juga: Contoh Daftar Riwayat Hidup Terbaru
                Contoh Surat Lamaran Kerja Terbaru

Ada pula paragraf yang tidak memperlihatkan kalimat utamanya. Gagasan utama sebuah paragraf itu berada di seluruh paragraf. Paragraf seperti ini tidak mempunyai kalimat yang umum. Semua kalimat bersifta khusus. Biasanya paragraf seperti ini terdapat pada paragraf yang bersifat naratif.
Contoh:
Pada tengah hari itu Pak Lurah datang. Bapak Bupati datang ke tempat itu. Tiga jam kemudian kita melihat orang-orang telah berkumpul di arena itu. Tidak pula ketinggalan artis-artis muda belia. Para wartawan pun telah pula memanfaatkan waktu.
Syarat-Syarat Kalimat Topik
Kalimat topik dalam sebuah paragraf haruslah kalimat ideal, bukan kalimat yang membingungkan. Ia harus bersifat umum, jangan mendetail.
Kalimat topik yang ideal adalah kalimat topik yang jelas maksudnya dan mudah dipahami. Pembaca tidak usah berpikir lama-lama apa yang dimaksudkan oleh penulis. Biasanya, kalimat yang mudah dipahami itu adalah kalimat yang sederhana, ringkas, dan tidak berbelit-belit. Sebaliknya, kalimat topik yang tidak ideal atau tidak jelas dan membingungkan, harus dihidndari.
Contoh:
Membingungkan: Sistem pondasi cakar ayam penemuan almarhum Prof. Sedyatmo yang terkenal akhir-akhir ini di kalangan internasional, terutama di negara Asean karena dipakai untuk membangung berbagai struktur di atas tanah lembek.
Seharusnya: sistem fondasi cakar ayam dipakai untuk membangun berbagai struktur di atas tanah lembek.
Kalimat topik yang baik adalah kalimat yang umum atau kalimat yang tidak mendetail. Perhatikan contoh berikut.
Umum: Penelitian ini memerlukan berbagai faktor agar selesai dengan memuaskan.
Mendetail: Penelitian ini memerlukan biaya yang banyak, waktu yang cukup, dan tenaga yang terampil agar selesai dengan memuaskan.
Sebuah paragraf harus terdiri dari satu kalimat topik dan beberapa kalimat penjelas. Kalimat-kalimat penjelas itulah yang membuat paragraf itu benar-benar “biacara” kepada pembacanya. Cara menjelaskan kalimat topik itu dapat dengan mengulasnya, menyokong, menceritakan, atau memberikan definisi secara jelas. Dengan demikian, sebuah paragraf menjadi suatu pembicaraan yang meyakinkan.
Baca Juga: Cara Menulis Resensi Buku
                 Tips Menulis dari AS Laksana

Penulis yang berpengalaman tidak akan membuat kalimat penjelas yang masih bersifat umum karena kalimat penjelas yang masih bersifat umum akan menyebabkan pembaca harus meraba-raba makna paragraf. Ia akan memberikan uraian-uraian yang terperinci untuk membuat paragraf dapat berbicara kepada pembaca.
Paragraf berikut memperlihatkan kepada kita bahwa penulisnya membuat kalimat-kalimat penjelas yang terperinci sehingga pembaca akan merasa akan isi paragraf tersebut.
Kemajuan teknologi di negara Republik Indonesia pada akhir-akhir ini sangat dirasakan oleh masyarakat sebagai suatu prestasi besar bangsa Indonesia. Hal itu ditunjang oleh beberapa faktor nyata yang sangat dibanggakan. Kehadiran Industri Pesawat Terbang PT Dirgantara Indonesia, ditambah pula kehadiran Puspitek dan beberapa pembangkit tenaga listrik memberikan bukti tentang kemajuan teknologi itu. Apalagi, di sana-sini tidak pula ketinggalan beberapa industri mobil, elektronik, dan obat-obatan.
Nah, itulah sedikit penjelasan mengenai pengertian dan contoh paragraf deduktif dan induktif. Semoga bermanfaat untuk Anda. Salam.
loading...